Keunggulan DTF Printing untuk Bisnis Textile
Terakhir diperbarui: 8 Januari 2025
Daftar Isi
Dalam dunia sablon DTF, setiap komponen punya peran penting untuk menciptakan hasil akhir yang berkualitas.
Salah satu elemen yang seringkali menentukan daya tahan dan tekstur sablon adalah powder lem atau serbuk perekat.
Mungkin Anda bertanya-tanya, apa bedanya powder lem yang halus, sedang, dan kasar?
Memilih jenis powder yang tepat bukan hanya soal teknis, tapi juga strategi untuk memastikan hasil cetak Anda maksimal dan bisnis makin PROFITABLE.
Panduan ini akan membantu Anda memahami karakteristik setiap jenis powder lem DTF agar Anda bisa membuat keputusan terbaik.
Memahami Peran Powder Lem DTF
Powder lem dtf berfungsi sebagai perekat yang membuat tinta menempel kuat pada kain saat melalui proses heat press, memastikan hasil sablon lebih awet dan berkualitas. Sumber: generated with ai.
Sebelum kita membahas jenis-jenisnya, mari kita pahami dulu fungsi utama dari serbuk lem DTF.
Sederhananya, powder lem DTF adalah perekat berbentuk bubuk yang berfungsi menempelkan tinta pada film transfer ke permukaan kain.
Warna Kain: Selain ukuran, ada juga powder hitam dan putih.
Jadi, bagaimana cara memilih yang paling tepat untuk bisnis Anda?
Berikut beberapa faktor kunci yang harus Anda pertimbangkan.
Gunakan powder putih untuk kain berwarna terang dan powder hitam untuk kain gelap guna mencegah residu dan migrasi warna.
Proses ini terjadi saat pemanasan menggunakan mesin heat press.
Tanpa perekat ini, tinta tidak akan bisa menempel dengan kuat, dan hasil sablon akan mudah rusak.
Menurut penjelasan dari Mad Monkey Transfers, sebagian besar powder lem ini dibuat dari bahan Thermoplastic Polyurethane (TPU).
TPU dikenal karena sifatnya yang elastis dan kuat.
Karakteristik inilah yang membuat hasil sablon DTF tidak kaku dan bisa mengikuti peregangan kain, cocok untuk produk seperti kaos atau pakaian olahraga.
Pemilihan material dasar seperti TPU ini sangat memengaruhi fleksibilitas dan ketahanan hasil akhir sablon Anda.
| Parameter / Specification | FD51915E | FD61916E | FDI924 |
|---|---|---|---|
| Model | FD51915E | FD61916E | FDI924 |
| Printhead | Epson I3200-A1 | Epson I3200-A1 | Epson I3200-A1 |
| Jumlah Printhead | 15 | 16 | 24 |
| Warna Tinta | CMYK | CMYK | CMYK |
| Tipe Tinta | Sublimasi | Sublimasi | Sublimasi |
| Printhead Properties | Auto Cleaning and Automatic Flashing | Auto Cleaning and Automatic Flashing | Auto Cleaning and Automatic Flashing |
| Lebar Area Cetak | 1.9 m | 1.9 m | 1.9 m |
| Mode Cetak (Draft) | 360 × 1800 DPI · 1 pass · 610 m²/jam | 360 × 1200 DPI · 1 pass · 670 m²/jam | 360 × 1200 DPI · 1 pass · 960 m²/jam |
| Mode Cetak (Production) | 360 × 3600 DPI · 2 pass · 300 m²/jam | 360 × 2400 DPI · 2 pass · 350 m²/jam | 360 × 2400 DPI · 2 pass · 480 m²/jam |
| Maximal Media Feeding | 2,000 m | 10,000 m | 10,000 m |
| Media Cetak | Transfer Paper | Transfer Paper | Transfer Paper |
| Penggerak Media Cetak | Pinch Roller | Pinch Roller | Pinch Roller |
| Sistem Pengering | Kipas Pengering Otomatis | Kipas Pengering Otomatis | Kipas Pengering Otomatis |
| Pelembab Printhead | Full Seal Auto Capping dan Cleaning | Full Seal Auto Capping dan Cleaning | Full Seal Auto Capping dan Cleaning |
| RIP Software | FlexyPrint | FlexyPrint | FlexyPrint |
| Tipe File | TIFF, JPG, EPS, PDF, dsb | TIFF, JPG, EPS, PDF, dsb | TIFF, JPG, EPS, PDF, dsb |
| Transmisi Data | USB 3.0 | Gigabit LAN | Gigabit LAN |
| Kondisi Ruangan | Suhu: 18°C–30°C · Kelembaban: 35%–65% | Suhu: 18°C–30°C · Kelembaban: 35%–65% | Suhu: 18°C–30°C · Kelembaban: 35%–65% |
| Kebutuhan Listrik (Tegangan) | 210–230 V · 50/60 Hz | 210–230 V · 50/60 Hz | 210–230 V · 50/60 Hz |
| Kebutuhan Listrik (Daya Printer) | 1,500 W | 1,800 W | 1,800 W |
| Kebutuhan Listrik (Daya Pengering) | Max. 9,000 W | Max. 19,200 W | Max. 24,000 W |
| Ukuran Printer | 3.9 × 1.54 × 2 m | 3.86 × 2.07 × 2.23 m | 4 × 1.83 × 1.88 m |
| Ukuran Packing | 3.9 × 1.34 × 1.98 m | 4.02 × 1.15 × 2.23 m | 4.15 × 1.37 × 2.14 m |
Powder Lem Halus: Keunggulan dan Kelemahan
Powder lem dtf halus cocok untuk desain detail dengan hasil lembut, namun daya rekatnya lebih lemah dibanding jenis sedang atau kasar.
Sekarang, mari kita bedah jenis powder yang pertama, yaitu powder halus atau fine powder.
Inilah Dia untuk Karakteristiknya
Ini menjadikannya pilihan ideal untuk kain-kain tebal atau bertekstur kasar seperti denim, kanvas, atau bahan untuk seragam kerja.
Jika Anda memproduksi pakaian olahraga atau produk yang akan sering dicuci, powder kasar memberikan jaminan sablon DTF awet dan tidak mudah rusak.
Karakteristik Powder Halus:
- Ukuran Partikel: Sangat kecil, sekitar 0-70 mikron.
- Tekstur: Mirip seperti tepung terigu, sangat lembut.
- Hand Feel: Menghasilkan sablon dengan sentuhan yang sangat lembut, nyaris tidak terasa di permukaan kain.
Menurut teknisi ahli kami, ada tips tambahan untuk memilih powder lem DTF yang tepat. Anda harus memperhatikan dari segi efisiensi agar tidak boros.
Hal ini penting untuk menghemat pengeluaran dalam pembelian material produksi jangka panjang.
Selain itu, pastikan juga powder DTF yang dipilih cocok untuk jenis kain atau media cetak yang akan digunakan agar hasil maksimal.
Kesimpulan
Pada akhirnya, tidak ada satu jenis powder lem DTF yang bisa dianggap “terbaik” untuk semua situasi.
Pilihan yang tepat sangat bergantung pada jenis kain, kerumitan desain, dan tingkat durabilitas yang Anda butuhkan.
Powder halus unggul untuk detail dan kelembutan.
Powder sedang adalah pilihan serbaguna yang seimbang.
Powder kasar adalah jaminan untuk daya rekat dan ketahanan.
Kunci untuk hasil yang konsisten dan berkualitas adalah eksperimen. Cobalah berbagai kombinasi powder, tinta, dan film untuk menemukan formula yang paling pas untuk produk Anda.
Dan apabila Anda sudah menemukan formula yang tepat cobalah untuk konsisten menggunakannya.
Agar hasil produksi Anda tetap tajam, bagus, dan berkualitas.
Untuk memastikan alur kerja Anda lebih terstruktur dan hasilnya konsisten, penting untuk memahami prosesnya dari awal hingga akhir.
Pelajari alur kerja sablon DTF efisien untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas cetakan.